Europe Trip: Amsterdam

02.44

Day 9: Sesampainya di Amsterdam Schipol Airport kita langsung bergegas menuju ke penginapan di Meininger Hotel. Kenapa bergegas? karena udara Amsterdam saat itu sangat dingin dengan angin yang cukup kencang, paling dingin dari semua kota yang telah saya datangi selama Europe Trip ini. Selain dikagetkan dengan udara Amsterdam yang dingin, kita juga cukup shock dengan harga tranpsortasi disana saat membeli tiket subway dari Airport menuju ke penginapan. Jangan tanya harganya berapa karena saya sudah lupa, yang pasti harga tranposrtasi selama di Belanda adalah yang termahal diantara negara-negara lain yang saya kunjungi di Europe Trip kali ini.



Meininger Hotel yang kita tempati berlokasi dekat sekali dengan stasiun Amsterdam Sloterdijk dan berada di area sentra bisnis yang dikelilingi gedung-gedung tinggi, memang agak jauh dari keramaian tetapi sangat nyaman sehingga hari itu kita habiskan untuk stay dan beristirahat di hotel saja.

Meininger Hotel's lobby

Day 10: Pagi itu kita kedatangan tamu di hotel, yaitu kerabat saya Tante Liske dan suaminya yang datang dari Rotterdam untuk mengajak kami jalan-jalan selama disana, yaaay we're so lucky! Tempat pertama yang kita kunjungi hari itu adalah Volendam. Untungnya tante Liske saat itu membawa kendaraan dari Rotterdam, jadi lumayan menghemat waktu, biaya, dan terhindar dari angin yang super dingin selama dijalan. 

Jadi menurut tante Liske, Volendam ini adalah salah satu tempat wajib dikunjungi oleh turis Indonesia saat pertama kali berkunjung ke Belanda untuk foto menggunakan pakaian tradisional Belanda yaitu Klederdacht. Ternyata memang banyak studio yang menyediakan foto seperti itu di Volendam, dan rata-rata di display nya dipenuhi oleh foto orang Indonesia yang telah berkunjung kesana, kebanyakan yang dipajang adalah foto artis-artis atau pejabat di negara kita tercinta.

 can you spot our former president BJ Habibie up there?



tadaaa.. here's the result

Karena Volendam dikenal sebagai fisherman's town, tante Liske pun mengajak kita mencoba seafood khas sana yaitu ikan Herring mentah! Tetapi tidak ada satu pun dari kita yang berani mencoba dan akhirnya hanya suami tante Liske yang memakan ikan Herring tersebut, dan kita memilih seafoods platter yang enak sekali.





Selesai makan kita pun lanjut berkeliling Volendam mengunjungi Cheese Factory, menyusuri rumah-rumah khas Belanda dipinggir kanal yang cantik, dan membeli beberapa souvenir untuk dibawa pulang.







Dari Volendam kita melanjutkan perjalanan untuk melihat kincir angin khas Belanda di Zaanse Schans, karena cuaca yang begitu dingin kami tidak sanggup mengelilingi wilayah Zaanse Schans dan cukup berfoto dimana kincir angin nya terlihat dan dilanjut masuk kedalam Koojiman Wooden Shoe Workshop di sekitar situ untuk menghangatkan diri sekaligus melihat pembuatan sepatu kayu khas Belanda yang biasa disebut 'Clog'.



Dari Zaanse Schans, suami tante Liske mengajak kita pergi kita daerah pinggir kota untuk melihat ladang bunga Tulip! Saat itu bulan Mei dan memang masih musim mekarnya. Sampai disana kita melihat bunga Tulip terhampar di sepanjang mata memandang, kita bebas berfoto disitu dan ternyata kita pun diizinkan mencabut beberapa Tulip, karena menurut mereka musim bunganya hampir berakhir dengan cuaca yang semakin dingin, dan bunganya nanti akan layu juga.


 winter clothes does make you looks bigger


Selesai melihat tulip, tante Liske dan suami pun pamit kembali ke Rotterdam. Dan kita meminta diturunkan di area Dam Square, dari situ saya berpisah dengan ibu dan tante saya. Mereka akan mengunjungi Amsterdam Museum, sedangkan saya dan teman saya akan melihat-lihat area De Wallen - Red Light District.

Red Light District adalah kawasan yang melegalkan prostitusi dan ganja di Belanda untuk yang berusia diatas 21 tahun. Awalnya sempat agak takut ke wilayah ini hanya berdua dengan teman perempuan saya, tetapi ternyata aman-aman saja kok. Banyak turis yang juga datang kesini dengan tujuan yang sama dengan kita yaitu hanya melihat-lihat karena penasaran. Sepanjang area Red Light District dipenuhi dengan hal-hal ajaib seperti Sex Shops, Rumah Bordil, Sex Opera, dan Cafe Ganja. Sayangnya di area ini dilarang untuk mengambil foto, terutama di area "rumah bordil" dimana para prostitusi menawarkan jasanya dari etalase-etalase kaca bak manekin di toko baju. Selain itu, jangan heran kalau di sepanjang jalan bau ganja semerbak dimana-mana. Ganja di sana tidak hanya dihisap tetapi juga dibuat jadi berbagai macam jenisnya, seperti permen, minuman kaleng, dll. What an experience!

the only pict that I took in RLD

Day 11: Pagi itu kami menaiki kereta menuju ke Rotterdam, kali ini gantian kita akan menyambangi kediaman tante Liske. Jangan tanya harga tiketnya berapa, mahal aja seinget saya mah. Rencananya dari Rotterdam kita akan diajak Tante Liske mengunjungi Antwerp, Belgia yang akan saya bahas ceritanya di next post.

Note: 
- Rate kamar Hotel Meininger untuk room Quadruple (satu kamar 4 orang) semalamnya sekitar Rp 2.400.000
- Don't forget to visit Primark, it's the best shopping place in there. Well, atleast for me.
- Try kroket, stroopwafels, and frites with patatje oorlog as a toppings.

You Might Also Like

1 komentar

Diberdayakan oleh Blogger.